Skip to main content

Posts

Sarapan di Medan

Recent posts

Petik Stroberi di Berastagi

Assalamualaikum. Hai haaaai!! Beberapa bulan di Medan, saya masih belom bisa betah disini huhu. Meskipun kegiatan demi kegiatan menyibukkan diri sudah dijalani. Masih saja belum betah. Time will heal?
Setelah cerita perjalanan ke Berastagi bagian pertama, saya mau coba lanjutin lagi yaaa. Jadi selama di Berastagi, Arsena ini agak cemberut, ditanyain mau naik kuda, dia jawab engga. Ditanyain naik delman, dia juga jawab engga. Baru agak seneng waktu dia liat-liat kelinci di depan pasar buah. Terus kami tanya, kak Sena mau apa? Dia bilang, kakak mau petik-petik. Oiyaaa, kami memang berjanji untuk petik Stroberi.
Lalu kami bergegas ke pinggiran kota Berastagi untuk mencari wisata petik Stroberi. Voila ketemu! Kamu bisa temui wisata ini di jalan sebelum masuk ke Berastagi. Setelah sampai, parkir mobil, lalu kami bertanya tarif petik Stroberi. Ternyata, kami nanti hanya membayar apa yang kami petik. Harga Stroberi yaitu 80.000 per kilo. Setelah itu, kami diberi keranjang dan topi. Arsena s…

Sehari di Berastagi

Assalamualaikum.
Alhamdulillah wa syukurilah, setelah hidup 1,5 tahun merantau tanpa koneksi internet yang mumpuni, dengan postingan ini, haaaaaai i'm back!! 
Semua ini berawal dari koneksi im3 yang mahal buanget dan sering nyedot pulsa sendiri. Akhirnya setelah menimbang-nimbang, baiklaah pasang inet di rumah aja! Bersyukur banget di Medan ada jaringan internet. Waktu di Palembang, rumah kami ga bisa masuk internet karena rumah kami ada di seberang sungai huhu. Apapun, mari bersyukur saja sekarang sudah ada koneksi internet,
23 Desember 2017 Kami seharian nungguin pasang internet dan mencari bangkai tikus huhu. Sorenya udah teler dan ga kemana-mana. Awalnya, si papi ngajakin kami untuk ke pantai Mangrove besok. Saya iya-iya aja lah daripada liburan ga kemana-mana. Tetiba malem-malem kok ya kepengen ke Berastagi. Tanya sama Arsena  M : Kak Sena, kita mau ke pantai atau ke Berastagi? A : Beyatagi aja mii. BUNGKUS!!


Begitu Arsena tidur, saya dan suami langsung beberes bekal perjalan…

Hiatus!

Assalamualaikum. Hai from Medan! Untuk yang belum tau, kami pindah ke Medan sekarang. Untuk berapa lama? Sungguh itu yang misteri. Mungkin 6 bulan, mungkin setahun, mungkin dua tahun. Atau menetap disini? Haha kayaknya enggaa, saya belum ada chemistry-nya tinggal disini. 
Maapin yaa blognya masih mati suri. Saya kan tipikal orang yang maunya apa-apa di-prepared dulu ya. Maunya nulis blog dalam kondisi megang laptop, koneksi inet oke, biar bisa upload foto dan cerita in a good way. Tapi sayangnya ni belum ada semua haha. Masih mengandalkan koneksi hp smua. Sedih jadinya ga nulis-nulis. Eh tapi saya ngerasain sedikit limbung ketika ga nulis apapun. Mungkin untuk sebagian orang lain menulis itu hobi, tapi untuk saya menulis itu terapi. Bikin hidup lebih waras.
Pengen cerita apa yaa? Oiyaa so far lingkungan rumah di Medan ini cukup enak. Masih ada sejuknya. Ada sawah di depan cluster. Punya tetangga yang alhamdulillah seumuran. Jadi saya dan Arsena punya temen main. Sibuk apa di Medan? H…

Mencari dokter gigi anak di Palembang

Waktu pindah ke Palembang di tengah 2015, kami sudah ancang-ancang untuk mencari dokter gigi anak di Palembang/ pedodontist untuk periksa gigi Arsena. Kenapa? Soalnya gigi seri depan Arsena ada putih-putihnya. Waktu di Bekasi, sudah sempat periksa, kata dokter tidak apa-apa. Tapi kami masih belum puas.
Berbekal browsing, kami akhirnya menemukan satu nama. Drg Ibnu Adjidarmo. Di Hermina Palembang. Praktek hari Sabtu dan Minggu siang. Noted. Kami mendaftar. Begitu bertemu dokternya, ya Allah, kok langsung jatuh hati sekali. Dokter Ibnu sangat telaten ketika memeriksa gigi anak. Menenangkan sekali ketika anak menangis. Senyum tak pernah lepas. Reminds me to Dokter Yudit, haha.
Perihal gigi Arsena yang ada putih-putih di depan, beliau bilang itu adalah pembentukan gigi yang kurang sempurna. Mungkin ketika hamil, si ibu sedang kurang fit. Sebuah catatan juga untuk saya. Jadi mengingat-ingat masa hamil. Memang pernah beberapa kali sakit juga sih . Lalu teringat episode hamil makan kroket …

Makan siang di RM Musi Pindang Sekanak

Assalamualaikum.
Seminggu yang lalu, saya migrain. Dadakan migrain. Malam minggu kepala kayak diketok-ketok palu. Sampai minum panadol. Minggu siangnya juga masih migrain. Balik lagi minum obat. Senin-nya udah lumayan sehat tapi lemes. Eh Selasa dini hari saya serasa mau pingsan lagi. Sakit kepala sepanjang malam. Bangunin si papi, minta pijitin, terus minta tolong agar si papi cuti untuk anterin saya ke dokter.
Ke dokter mana? Saya minta anterin si papi ke dokter THT karena migrainnya sampai ke kuping. Astagfirullah. Baru kali itu saya ngerasain sakit kepala sesakit-sakitnya. Mikirnya sinus paling ini. Pagi-pagi ke Hermina dan alhamdulillah ga antri. Begitu diperiksa, kata dokternya everything is fine. Bukan sinus. Bukan juga dari telinga. Cuma flu biasa. Hamdallah.
Terus kami pulang dulu ke rumah. Sampai di rumah, Arsena rusuh, ga mau tidur karena ada papinya. Kesel kan. Yaudah deh mendingan diajak pergi sekalian. Abis Dzuhur, kami memutuskan untuk makan siang di luar. Si Papi mash…

Main-main di Taman Simpang Tiga Tangga Takat Palembang

Assalamualaikum.  Hai Haaai..bagaimana kabarnyaa? Well. Sungguh canggung rasanya nulis lagi di blog. Setelah setahun ini on off, kebanyakan offnya sih huhu.

Sejujurnya saya rindu beraaat nulis disini. Entah berapa banyak cerita yang terlewatkan begitu saja. Padahal banyak yang menarik.
Tadinya mau pakai urutan biar ceritanya ga menclok-menclok. Tapi takut hardisknya hang lagi. Jadi mendingan ditulis dari yang paling deket aja yaaa.
Naaah..Jadi di dekat rumah kami, ada taman bermain baru. Taman Simpang Tiga Tangga Takat. Di Seberang Ulu tentunya. Sebelum Giant Plaju. Sebelumnya, tempat ini hanyalah lahan kosong tidak terpakai. Lama ga lewat sana, eh kok ada taman baru. Senangnya..
Awalnya, Arsena dan papinya yang mencoba main disana. Saya tidak ikutan. Minggu lalu, Minggu pagi sebelum ke pasar, kami bertiga mengunjungi taman itu kembali. Arsena yang senang, tentu saja. Dia bilang, dia ingin bermain terowongan warna-warni. Dia sudah bisa menyebutkan warnanya dalam Bahasa Inggris, gaya …